Tutup Tahun, Buka Tahun Harapan: Inilah cara Pegiat Literasi

Selalu ada energi spontanitas dalam komunitas literasi di Rumah Baca Komunitas. Inilah cara bagaimana mereka melakukan ‘upacara’ Tutup tahun dan menjaga semangat tahun baru sebagai tahun penuh harapan. Ya, 2018 bakalan menjadi ajang kerja keras pegiat yang telah memutuskan menempati padepokan baru yang baru berupa hamparan tanah tepi sungai.

Mengisi liburan dan menyaksikan mukjizat pergantian waktu. Anak anak belajar, Juga Kita semua bahwa Masa lalu itu selalu aktual.

Tadi malam dimulai pukul 19.00 beberapa pegiat telah memulai dan juga ada 10-an anak-anak turut menyaksikan acara ini dengan bebas. Kegiatan diselenggarakan oleh RBK bersama warga bertempat di kompleks RBK- open space warga RT 08 Sidorejo, Bantul

Adapun agendanya sangat sederhana. Pertama dengan layar tancan diselenggarakan acara Nonton edu : seri animasi jepang Pom Poko untuk anak anak. Di sela-sela nonton juga secara partisipatif anak-anak memakar jagung dan untuk tamu-tamu atau warga yang baru datang langsung dipersilakan menyantap makan malam dengan ikan mangut khas pantura jawa. Di sinilah ramah tamah terjadi. Tidak lupa juga,m ada tamu dari pegiat literasi dari Banggai, Sulawesi Tenggara yaitu dari Komunitas Jelata Membaca, Bang Uya, yang ditemani oleh Syafar dari Radio Buku/Indonesia Boekoe.

Ketika sudah memasuki jam 22.00, anak-anak sudah pulang lalu giliran film untuk para pegiat berumur yaitu seri nonton film berbahasa jerman dengan judul The Young Karl Marx. Di sela-sela film ini juga terjadi diskusi yang asik yang dipantik oleh Uswah yang mengeluarkan desas-desus tentang siapa Marx dan Angel dan hubungan asmaranya. Tentu saja, Uswah mencoba mencari angle untuk menguji kebenaran desas-desus itu. “Marx punya anak, masak sich pasangan Gay” kata Madam yang belum juga mendati feedback dari penonton lainnya. Hanya terlihat, Marx dan Angel sering sekali mojok berdua mendiskusikan gerakannya. Seringnya di warung kopi rupanya mereka berdiskusi dan menghabiskan pikiran mengembara.

Dalam agenda tutup tahun ini, juga secara sederhana dilakukan refleksi menjaga literasi dalam hati, pikiran, tindakan untuk bumi milik semua mahluk. Ada pun rumusan agenda literasi 2018 akan segera dipublikasikan dalam website ini.

Tepat,00.00 wib, doa para pegiat kompak untuk menjaga alam semesta dengan membentuk senyawa: salam di hati, Salam di bumi untuk pegiat literasi. Selamat tahun baru, selamat meneguhkan karya-karya penuh makna.

RBK adalah komunitas literasi yang sedang belajar mengamalkan praktik-praktik berkomunitas, menciptakan rumah untuk semua manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *