Tulisan Apa yang dibutuhkan zaman ini?

Tulisan Apa yang dibutuhkan Zaman ini?

Aku tak tahu jawabannya
Aku tak sempat memikirkannya

 

Semua telah luber
Seantero dunia,
Kata kata mulai hilang makna
Mantra mantra hanya menjadi obat penghibur lara

 

Aku Tak lagi membaca artikel Surat kabar
Aku Tak lagi membacai artikel jurnal
Aku Tak lagi membacai pepatah pepatah
Aku Tak lagi membaca doa doa
Aku Tak lagi…
Aku Tak lagi…

Aku juga Tak lagi tertarik dengan lagu diskursus itu
Aku Tak lagi merasa tulisan itu mampu menghidupiku, Tak lagi aku merasa tulisan itu dapat membunuhku

Aku bertanya pada menara itu
Aku bertanya pada pemilik asma itu
Aku juga telah bertanya pada semua pemilik kepala itu

Tulisan Apa yang dibutuhkan Zaman ini?

Tak kudapati jawaban,
Tak kudapati tanda tanda

Dan dingin malam itu menyergap kembali
Keringat dingin penuh ketakutan teramat sangat:

“Kum
Kum
Kum,

Bangun
Bangun
Bangun,”

“Tulis, tulis, tulis
Baca, baca, baca”

“Apa yang harus aku tulis?”

“Tulis tulis tulis!,”

Yang maha literasi menutup cakrawala pagi itu!

Dan Akupun kembali sesat,
Entah bagaimana….

 

Jogokaryan, 2017

 

Untuk Sarjana Muda

untuk Rifki, arief Junjungan, Shinta Satunama, Hanapi Seniman kata kata

 

Ini bukan puisi
Ini anti puisi
Inilah kata kata yang mestinya aku semogakan, kamu semogakan, dan Kita semogakan.

Sarjana adalah gelar paripurna di Zaman dulu bagi orang orang yang berkarya, memiliki dedikasi sangat kuat dan pekerja keras untuk sumbangsih atas kehidupan.

Sarjana mulanya bukan gelar formal apalagi formalitas. Sarjana juga bukan komuditas untuk dijual di bursa kerja atau sejenis festival jobfair kayak akhir akhir ini. Sarjana pastilah sudah berkarya–bukan hanya skripsi sahaja.

Kawan, kau Sarjana Muda dalam impian zaman yang porak, di tengah idealisme yang beresiko. Hemat saya: kamu semua telah mengukir karya berupa beragam kemenangan kecil maupun besar.

Rifky yang peduli dan ringan kaki tangan menolong sesama, memberi cinta tulus untuk semua orang. Berikhtiar memperdalam kerja kerja literasi tetumbuhan dan mengasah kepiawaian dalam menulis Sastra puisi sampai paper konferensi International. Aduhai itu idealitas kelas menengah Abad gemerlap eropa. Leadership itu nampak nyata di wajahmu yang menghibur.

Semoga Allah mengirimmu ke seluruh belahan dunia, mengukir intelektualisme berdaya ubah 212 skala Richter

Arief Junjungan, seorang anarko peracik kombucha. Jasamu adalah menyelamatkan entitas manusia kalibedog dari godaan minuman soda di toko modern berjejaring yang terkutuk. Karyamu ini akan menjadi referensi paling meyakinkan atas kerja kerja ekoliterasi di kelak kehidupan zaman akhir. Semoga jamur menjadi obat anti otoritarianisme di era paceklik akal sehat.

Shinta istiana atau kusebut shinta Satunama. Perempuan hebat dan kuat yang kiri yang ramah bocah. Karyamu jelas berpihak pada pemilik Masa depan: pelindung guyup bocah, menanam kisah kemerdekaan di langit pikiran anak anak kecil pemilik optimisme berkelanjutan. Semoga langkah langkah sosial kemanusiaanmu kelak menjadi penawar racun terhadap diktatorship rezim kanan besi. Teruslah berkarya, lupakan ketakutan pada negara.

Berikutnya anti puisi ini untuk Hanapi, tukang pintal kata kata itu. Hanapi ini sosok folosof muda kiriman Masa depan yang diantar malaikat kata kata ke Kalibedog.

Kau sarjana yang layak disebut intelektual karena dedikasi atas risetmu yang seperti laskar jihad–memburu narasumber sampai jauh di ibukota lalu menulis seperti para para penari Rumi sampai klimak sampai pada puncak dahaga. Lalu, kamu menyapa bumi kembali berkiprah untuk manusia manusia. Seorang Sarjana sepertimu, adalah sosok pembelajar takpernah padam. Semoga kiprah intelektual Hanapi mengubah zaman gelap menjadi terang, mampu meluruskan kiblat bangsa serta membangkitkan nalar intelektual kaum merah yang kian tiarap di hempas badai pragmatisme akhir zaman.

Seorang sarjana itu, lebih sering menyalakan harapan dan berani bermimpi. Dianjurkan lebih sering membagi nyala api ketimbang meringkuk dalam ketertindasan dan bersenang Demi perut dan bawah perutnya sendiri. Seorang sarjana lebih banyak menulis, bekerja, bersolidaritas, ketimbang membanggakan kariernya sendiri, pencitraannya saja.

Terakhir, mengikuti mantra Pram

Seorang sarjana haruslah belajar adil, sejak dalam pikiran apalagi perbuatan.

 

Ozan

 

Om ozan adalah legenda kalibedog. Ia adalah kronik literasi dengan balutan epistimologi paling empirik, aksiologi paling fundamental dan juga mengukir diaroma terindah antara membaca menulis Dan menanam sebagai tiga mozaik peradaban.

Kak ozan, sejak 2012 aku mengenalmu banyak Hal yang ajeg dalam katulistiwa pergerakan intelektualisme di ke dalamam jiwa pencerahanmu, dalam tradisi literasi. Barangkali yang sgera berubah adalah asah romantisme platonian menuju romantisme rifkinian….semoga berkah lahir bathin dan diberikan kesehatan selalu. Selamat milad kak O, bahagialah bersama kekasihmu, apa pun atu siapapun itu.

Gamping 2017

Salah seorang pegiat Rumah Baca Komunitas (gerakan literasi). Pegiat Urban Literacy Campaign untuk komunitas. Belum lama ini membuat “huru hara” di Yogja dengan hastag #gerakanmembunuhjogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *