Selamat Jalan Mas Hernowo, Guru Pengikat Makna

Kami ingin mengarsipkan beragam testimoni terkait apresiasi terhadap Mas Hernowo hari ini di saat beliau berpulang ke hadiratNya, kepada pelukan yang maha berilmu dan muara makna.

HERNOWO ADALAH MONUMEN

Haidar Bagir

Saya biasa sesekali dalam beberapa kunjungan ke Bandung, mampir ke rumah almarhum. Saya ke rumahnya terakhir kali beberapa waktu setelah saya dengar kabar bahwa almarhum terjatuh dan mengalami cedera tulang. Masih bersemangat seperti biasa. Suaranya selalu meninggi jika pembicaraan menyentuh topik membaca buku dan menulis. Kami ngobrol asyik sampai isteri saya menjemput karena kepulangan kami ke Jakarta sudah tertunda lama. Pertemuan terakhir adalah waktu beliau hadir di acara sharing saya tentang kebahagiaan di MOrocCO Resto di bilangan Cinere. Saya sudah dengar sebelumnya bahwa almarhum akan hadir. Jadi, sejak sebelum ketemu saya sudah bersemangat untuk mengajaknya mampir makan siang di rumah saya, yang berlokasi tak jauh dari tempat acara. Sayang, ternyata almarhum harus segera mengajar di STFI Sadra siang itu.
Almarhum memang sudah sejak sebelum itu tampaknya mengapresiasi serial video saya tentang kebahagiaan di Youtube. Pernah juga meminta episode tertentu untuk diajarkan ke siswa-siswanya.
Waktu itu almarhum masih bersemangat dan terus melempar senyum-senyum lebarnya sambill kami terus mengobrol.
Mas Hernowo bukan saja sudah banyak melahirkan al-baqiyat ash-shalihah (amal2 salih yang terus tinggal) – bahkan sekaligus semuanya itu menjadi amal jariahnya: ilmu yang bermanfaat besar, yang telah menginspirasi ratusan atau ribuan murid-muridnya untuk menulis sebagai upaya iqra’ , mengikat makna, menebarkan ilmu dan kebijaksanaan.
“Hernowo adalah sehuah monumen,” pernah sekali waktu saya tulis ungkapan itu tentangnya. Dia monumen tentang keharusan manusia tak berhenti belajar, dia monumen tentang ketakterbatasan potensi manusia, dan dia monumen passion(cinta) kepada ilmu kebijaksanaan, dan gairah untuk menolong sesama.
Ya, Arhamar-Rahimiin, terangi jalan almarhum untuk kembali kepada-Mu, curahi dia dengan air segar untuk menawarkan dahaganya akan pertemuan dengan-Mu. Karena saya tahu, sejak almarhum mahasiswa, dia telah menetapkan hatinya untuk bermujahadah mencari-Mu, sedang kecintaan kepada membaca, menulis, dan menebarkan ilmu adalah bunga yang berkembang dari situ.
Wa asyhadu annahu min ahlil khayr. Dan aku bersaksi bahwa beliau adalah di antara para pemilik kebaikan…

Hernowo, Guru Pengikat Makna

David Efendi

Sebagai pegiat IPM yang punya gerakan Iqro, sejaj tahun 2003 mas Hernowo sangat support atas gerakan iqro di lingkungan IPM dan Muhammadiyah, banyak kebanggaan beliau kepada kreasi teman2 IPM. Mas hernowo memberi pengantar buku terbitan IPM, datang ke acara IPM, memberi energi quantum pada training of trainer jurnalistik tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PP IPM tahun 2006 di mana saya adalah ketua panitia acara,tahun 2017 juga masih sempat saya menemani beliau sharing diacara seminar yang dihelat PD IPM Lamongan. Semangat mas Hernowo tak berbeda, selalu energik menularkan virus Dan vitamin T, vitamin dosis tinggi literasi. Meledakkan potensi menulis dengan menulis bebas adalah ajaran yang berkesan bagi saya.

Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un…
Duka cita sedalam dalamnya atas meninggalnya mas HERNOWO. Dunia literasi di negeri ini benar benar kehilangan tokoh literasi yang penuh dedikasi dan suka berbagi.
Selamat jalan Mas Hernowo, sang guru pengikat makna pewaris spirit Ali Bin Abi Tholib, “ikatlah ilmu dengan menuliskannya”.

Andaikan buku sepotong pizza, vitamin T, Serta buku seri quantum writing dan reading serta spirit iqro itu akan menjadi jariyah pengetahuan yang tak lekang oleh waktu dan zaman. Selamat jalan mas Hernowo. Sedih sekali kami kehilangan guru pegiat literasi. Ya allah, semoga muncul lebih banyak penggantimu Mas Hernowo Hasim.

Dalam buku spirit iqro Hernowo, jelas engkau di bulan ramadhan sangat antusias menulis dan belajar banyak hal serta membagi kisah petualangan selama sebulan penuh di bulan puasa. Diam diam banyak orang meneladani perjalananmu dengan quantum menulis membaca yang tak putus putus.

Salam damai dipelukan RabbMu mas, insyallah husnul khotimah mas Hernowo. Sekali lagi, selamat jalan Mas… Selamat jalan, temui yang Maha Quantum, yang maha membaca dan membelajarkan, pemilik pengetahuan sejati, dengan penuh kegembiraan Ramadhan. Selamat jalan mas Hernowo… Al fatihah

David Efendi
Serikat taman pustaka:
Ketua PIP PP IRM 2006-2008

Mas Her, seorang Mentor

Irfan Amalee, founder PeaceGeneration

Mas Her itu mentor/suhu utk semua awak redaksi di mizan. semangat dan energi berbagi nya nggak pernah beda kepada siapapun. saya sebagai editor muda saat awal di mizan merasakan bimbingannya.

Beliau juga yg mengubah konsep editor menjadi ideator. Dari aekadar penyunting naskah menjadi menyunting gagasan.

Kita kehilangan orang yg secara serius menyikapi ayat Iqra dalam praktik nyata.

Semoga karyabdan semangatnya terus menyebar dan jadi amal jariyah bagi almarhum

amiin

Mas Hernowo: Mengeja kehidupan lewat huruf-huruf

Putut Widjanarko

Innalillahi wainailaihi rajiuun. Mas Hernowo–seorang guru, sahabat, dan rekan kerja yang luar biasa–ke hadirat Allah SWT.

Mas Hernowo bergabung di Mizan sejak awal tahun kedua. Sejak itu, ribuan judul buku telah ia tangani, sunting, dan kemas. Ia tak pernah merasa lelah menata huruf dan kata untuk memastikan buku-buku yang diterbitkan Mizan seprima mungkin.

Tak jarang dulu saya lihat Mas Her, demikian biasanya ia kami panggil di Mizan, membawa film negatif hasil lay out ke rumah untuk ia baca di bawah lampu malam itu, karena masih khawatir ada kesalahan yang terlewat. Mas Her juga sering memaksa diri, dan ini pun ia anjurkan kepada terutama awak redaksi di bawahnya, untuk menerapkan teknik yang disebutnya “mengeja dengan jari”.

Untuk kata-kata yang sulit, judul, anak judul, misalnya, gunakanlah jarimu menyusuri kata itu huruf demi huruf. Dengan begitu kecepatan membacamu memelan, dan terhindarlah kesalahan sebanyak mungkin. Milyaran huruf telah ia tata agar nyaman dibaca, insya Allah menjadi amalnya yang tak putus-putus mengalir karena telah memberi manfaat bagi sesiapapun yang membaca buku-buku itu.

Mas Her sering mengatakan ia terpukau benar dengan hadis “ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. Begitu passionate ia, hingga lahirlah 37 buku karyanya: semuanya berhubungan dengan literasi, dunia kata. Bukan tak mungkin Mas Her adalah penulis soal literasi terproduktif di Indonesia. Mas Her kemudian merumuskan apa yang ia sebut “mengikat makna” (yang menjadi judul bukunya yang best seller itu– yaitu bagaimana mengikat pengalaman hidup dengan menuliskannya.

Kini Mas Her telah pulang ke tempatnya berasal. Kami di Mizan sangat berduka kehilangan salah satu pilar utama, salah satu assabiqunal awwalun yang ikut membentuk Mizan hingga seperti sekarang ini. Tapi kami yakin Mas Her akan lapang jalannya: wafat dengan proses yang cepat, di malam Jumat, di bulan penuh rahmat Ramadhan. Saya bersaksi bahwa Mas Her adalah orang yang baik. Bermilyar huruf penuh pahala yang telah ia tata akan menemaninya menghadap Sang Khalik. Kepada-Nya kita semua akan kembali.

Mas Hernowo seorang Sahabat yang Sebenar-benarnya Pembelajar

Kaget banget mendapat kabar meninggalnya mas Hernowo tadi malam (24/05/2018). Kenal pertama kali almarhum sekitaran tahun 1996/1997, saat saya ikut terlibat di program penerbitan pertama kali Quantum Learning-nya Bobbie de Potter berbahasa Indonesia. Beragam bedah buku, workshop dan macam lainnya kita adakan bersama, termasuk membuat “Super Camp” turunan dari Quantum Learning. Mas Her kemudian menerbitkan karya2nya dalam Seri Quantum yang paralel terbit dengan karya2 Bobbie de Potter berikutnya…

Mas Her teman yang asyik buat bicara beragam hal seputar literasi, dan kebetulan saya juga waktu itu baru pulang belajar di Jepang dan terinspirasi menggalakkan budaya baca di tanah air. Klop lah kami sama2 bersemangatnya. Secara enggak langsung tanpa kami sadari, kami sudah berbagi tugas dan ranah kerja keliterasian. Mas Her menuliskan beragam materi literasi, saya dan teman2 mengimplementasikannya di lapangan…

Saya senang mas Her yang mengelola imprint Kaifa, lini buku Mizan Pustaka banyak menerbitkan buku2 seputar membaca, menulis dan kecakapan literasi. Waktu itu sejalan banget dengan beragam program yang kami buat di Komunitas PasarBuku Indonesia, Forum Indonesia Membaca dan Yayasan Literasi Indonesia yang saya dirikan…

Tahun 2006, saat saya pertama kali menggagas festival literasi bertajuk World Book Day Indonesia, keaktifan mas Her terlibat mengembangkan budaya baca-tulis di Indonesia kami apresiasi dalam bentuk Penghargaan dari Komunitas Pembaca. Mas Her adalah tokoh pertama Indonesia yang mendapat penghargaan sebagai penulis yang berhasil membangkitkan semangat membaca masyarakat Indonesia. Saat itu ia menyampaikan pidato literasi yang sangat menggerakkan kita semua…

Sekian perjumpaan dengan mas Her terus terjadi di banyak tempat, termasuk saya juga terlibat bersamanya memberikan workshop literasi di kampung halamannya di Magelang Jawa Tengah. Terakhir mas Her kami ajak ikut berperan di proses penyusunan Standar Penjenjangan Buku Nasional, tahun 2017 lalu… Beliau sangat antusias dan merasa apa yang sedang kami susun bersama sangat bermanfaat bagi pengembangan budaya baca-tulis di Indonesia…

Mas Hernowo adalah teman belajar yang menginspirasi banyak komunitas dan pegiat literasi di Indonesia dalam mengelola beragam program. Targetnya adalah peningkatan kapasitas orang Indonesia sebagai pembelajar sepanjang hayat…

Mas Her adalah contoh terbaik orang Indonesia yang pembelajar. Terus belajar tak pernah putus sepanjang hidupnya…
Kita tidak pernah kehilangan mas Her. Ia selalu ada di dalam setiap bukunya yang menjadi karya dan cipta yang in sya Allah terus memotivasi kita untuk menghargai pengetahuan dan memaknai kehidupan…

mas Hernowo terima kasih ya… kami akan terus mengikat makna setiap ilmu yang kami hirup dari kehidupan…

Bogor, 25 Mei 2018

~Wien Muldian
pegiat literasi

RBK adalah komunitas literasi yang sedang belajar mengamalkan praktik-praktik berkomunitas, menciptakan rumah untuk semua manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *