Sajak orang tua: Ahmad Sarkawi

1.
Pelan perlahan dan tak ada kepastian.
Diam membisu melaknat kematian.
Tuhan saling bertempur dengan Tuhan berebut kuasa atas manusia yang ada di dunia.
Manusia saling bertempur dengan manusia berebut menjadi manusia yang paling berTuhan.
Datanglah kakek Tua lalu bertanya siapakah Tuhan dan Siapakah manusia?

 

2.
Kerumunan manusia di bandara laksana manusia sedang berkumpul di Padang Arafah.
Manusia manusia bandara yang sedang menyambut saudara menusianga pulang dari panggilan Tuhan yang disebut Umroh.
Sang Kakek tua menguping percakapan para manusia tentang rencana berikutnya untuk umroh. Kakek tua lalu mengalihkan pandangannya kepada rakyat miskin kota yang sedang kelaparan. Manusia sedang menikmati agamanya dengan seperangkat keberangkatan Umroh tak peduli atas manusia lainnya.

 

3.
Kau ini unik Tuhan, mengapa kau tak pernah hadir memenuhi undangan kopi darat bersama untuk membincangkan tentang gerakan orang muda di negeri ini, kau tahu bukan kalau aku sudah tua.
Baiklah Tuhan cobalah sesekali kau menjelma menjadi teman baikku yang menemani aku meneguk segelas bir dan secawan anggur agar kita bisa lebih dekat membicarakan persoalan kekinian, walaupun aku tahu tetanggaku akan marah ketika aku mengungkapkan keinginan ku ini.
Malam ini aku menunggumu Tuhan di perempatan samping gereja Tua itu agar kau tahu tentang kamatian temanku karena kau tak pernah menepati janjimu Tuhan.
Tuhan Tuhan kau unik sekali.

Juanda, 27 Des 2017

Sastrawan Kalibedog. Pimpinan besar revolusi RBK 2013-2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *