Rumah Baca Komunitas : Mengubah Buku Pribadi Menjadi Buku Komunitas

Berawal dari kegelisahan terhadap rendahnya minat baca di Indonesia, didirikanlah Rumah Baca Komunitas (RBK) pada tanggal 2 Mei 2012, bertempat di Kota Pelajar Yogyakarta. Inisiator utama adalah David Efendi, seorang dosen dari salah satu universitas di Yogyakarta. Saat ini sekretariat RBK berada di Sidorejo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.
RBK terinspirasi dari orang-orang terdahulu yang ‘gila’ baca, seperti Leon Trotzky, Sukarno, Hatta, dan Pramoedya A. T. Mereka dikabarkan membawa berpeti-peti buku saat pengasingannya. Hal ini sangat berbeda dari keadaan orang Indonesia saat ini yang dapat dikatakan telah mengalami tragedi nol baca.

Membaca harus menjadi semangat baru. Membaca adalah bagian dari iman dan sebagai manifestasi sosial harus ada terobosan baru untuk menyulap perpustakaan pribadi menjadi perpustakaan komunitas. Kehadiran rumah baca ini juga diharapkan mampu mempromosikan nilai-nilai perdamaian melalui ragam buku bacaan dan karya tulis lainnya.

Ada yang unik dari komunitas ini. Buku-buku perpustakaan RBK selain berasal dari hibah atau pemberian, juga berasal dari koleksi pribadi. Seseorang bisa berbagi dengan menitipkan bukunya di sana. Buku tersebut tetap milik personal, tapi bisa dipinjam dan dibaca oleh semua orang atau pengunjung. Sikap rela ini sangat vital dalam gerakan literasi termasuk trust di dalamnya.

Rumah Baca Komunitas telah memiliki lebih dari seribu judul buku, e-book, dan majalah. Buku-bukunya bertema psikologi, politik, sastra, kebudayaan, hukum, sosial, ekonomi, motivasi, seri remaja, anak-anak, life skill, dan beragam genre lainnya. Diperkirakan koleksi di RBK sebanyak 6 ribu dan juga tersebar di beberapa mitra rumah bacanya di Lamongan, Klaten, Bantul, Maluku, Garut, Kulonprogo, dan Magelang
Aktivitas RBK meliputi Kampanye Gerakan Literasi, Advokasi Kebudayaan, dan Pemberdayaan Umum. Kampanye terdiri dari Malam Budaya dan RBK On the Street (OtS). RBK OtS merupakan perpustakaan keliling deperti di taman kota, pinggir jalan, dan lokasi lainnya yang ditentukan secara tentatif setiap minggu pada pukul 05.30-10.00 WIB.

“(Kegiatan eksternal) Akan dimulai lagi selepas Ramadhan” kata Dullah, dari Divisi Pengembangan Manusia RBK, saat dikonfirmasi. (Nurfi)

sumber: http://edupost.id/aktivitas-mitra/read/rumah-baca-komunitas-mengubah-buku-pribadi-menjadi-buku-komunitas/

RBK adalah komunitas literasi yang sedang belajar mengamalkan praktik-praktik berkomunitas, menciptakan rumah untuk semua manusia.

1 Comment

  • pendidikan semestinya bebas sekat geografis, suku, agama, ras, dan golongan sosial.
    Semoga semakin maju adik2 kita di seluruh pelosok negeri dengan semakin banyaknya rumah-rumah baca swadaya. Semoga Pemerintah bisa mndukung dengan aktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *