Pembaca: Puisi-Puisi Nushrat Uyun

I

Puisi Pembaca
Katanya sih bilang basa-basian,
Dengan bahasa yang enggan,
Melontarkan pertanyaan sebagai simpatisan,
Tapi cari peluang yang gratisan,
Untuk menghibur dan pelarian,
Text tertulis bukti pemberontakan,
Wujud kesadaran,
Terobosan untuk menghilangkan kebodohan,..

II

Tanya bukti kasian
Omong kosong yang ia lontarkan,
Sebagai petengah yang andalan,
Dengan polosnya mengatakan,
“Maksudmu tuan.. ?”
Ajaran yang ia emban,
Begitu hilang tidak kelihatan,
Dengan mimik sok bodohan,
Semoga gak beneran,

Tuan bolehlah aku mengadu pada tuhan,
Pencipta Akal dan pikiran,
Yang membolak-balikan hati tak karoan,

III

Perumusan dahulu yang terlupakan tentang 2 kemungkinan
menghidupkan kembali dari penjajahan pembodohan.. .

Coba baca maka akan ketahuan,
Ada kehidupan, begitu juga ada kematian,
Begitu juga dunia semua ada 2 kemungkinan,
Yang membedakan hanya baik dan keburukan,

IV

Peradaban akhir zaman
Peradaban dunia akhiran,
Manusia tergolong berkutat hanya pada Pemikiran dan Perasaan,
Orang pemikir yang selalu jadi rebutan,
Orang perasaan bawaannya ingin baperan,
Jangan Salahkan,
Jika dunia akan berantakan,

Kupas tuntas sejarawan
Awal peradapan dunia itu dibangun oleh para ilmuan,
Patang menyerah berbagai halang dan rintangan,

V

Ingat dan ingatkan
dari sahabatmu UYUN yang berusaha menyeimbangkan Pemikiran dan Perasaan

Sejarah mencatat peradaban,
Dunia ini bisa berjalan,
Karena ada sebuah gagasan, (sebuah ide).
Sekarang manusia terpetak-petakan,
Dan tergolong-golongkan,
Pergerak manusia yang bermacam-macam pemikiran,
Digerakkan seorang ilmuan,
Yang sadar akan pengetahuan,
Dan punya gagasan,

VI

Teladan Rasulullah
Rasulullah adalah orang refolusioner peradaban,
Tokoh tauladan,
Penyatu umat dengan wahyu tuhan,
Beliau orang pemikir yang baik membawa kebaikan,
Beliau orang berperasaan,
Satu contoh semua mudah menerima dengan kesabaran,

VII

Tuhan Maha Pengasih dan penyayang
Masa kesedihan, bawaan perasaan,
Dengan faktor pemikiran yang tak karuan,
Para Sahabat yang kehilangan,
Tokoh panutan dan tuntunan,
Yang hilang sekarang menjadi suatu kerinduan,

Tuhan kau ambil seorang pemberi kepastian jawaban, dengan banyaknya suatu pertanyaan,
Dari para manusia untuk menyembahmu tuhan,
Pikiran dan perasaan untuk meraih surgamu tuhan,
Banyaknya sekarang peradaban yang tergolongkan,
Dengan misi selubungan,
Untuk meraih kepuasan Nafsu buruk para setan,
Semoga kami umat Rosul dan Nabi Muhammad bisa menjalakan,
Perintah dan laranga-Mu Tuhan,….

VIII

Kalam yang dituliskan
Pedoman umat terdahulu yang menjadi perdebatan,
Antara dituliskan dan di hafalkan,
Dengan berkat-Mu tuhan,
Kalam Al-qur’an,
Sampai saat ini menjadi pedoman,.. .

IX

Garis benang merah peradapan
Tulisan kalam yang menjadi bukti panutan,
Yang menjadi adobsi pemikiran,
Dan niat baik perasaan,
Yang meninggalkan bukti kenyataan lewat tulisan,

Coba lihat ilmu yang ditulikan menjadi panutan,
Dan sekarang menjadi profesi dan pekerjaan,

Bayangkan..

Profesi Kedokteran,
Ada berkat kalam ilmu yang dituliskan,
Yang di tulis penulis ilmuan,
Sehingga adanya ilmu kesehatan,
Itu salah satu percontohan,

Peradaban,
Masa ke emasan,
Hingga masa keruntuhan,
Untuk para ilmuan,
Yang diserang dan dihantam oleh pencundang,
Yang menginginkan,
Suatu kekuasaan,
Dari perasaan iri yang bertumpukan,
Merubah pemikiran untuk hal keburukan,

X

Dua kemungkinan dari peradaban
Peradaban di kembangkan oleh para penulis jantan,
Berani menyuarakan,
Demi zaman modern hingga sekarang kenyataan,

Bagaikan manusia dibelah menjadi dua bagian,
Baik dan keburukkan yang terfokuskan,

Sadar atau tersadarkan,
Manusia bisa tergerakan,
Oleh gagasan,

Kesimpualan dari kepenulisan,
Memulai Menata hati yang berperasaan,
Dan membawa kebaikan,
Dengan pemikiran,

Pegiat literasi di Gubuk Literasi, Ponorogo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *