Paceklik Puisi: Tasbih Semesta Raya

Paceklik

Zaman ini tak seperti kemarin dulu. Kau Tak perlu sewot apalagi berfikir mendongkel singgasana kerbau. Otak radikalmu kandaskan dulu atau kau dikirim kepada sunyi.

Zaman ini adalah zaman kebaruan. Yang lama lama harus dipenjarah, yang anti perubahan harus dihabisi sampai akarnya. Ini zaman revolusi. Sisa sisa akal sehat harus dikebumikan. Jangan waras sendirian. Lebih baik ikut ke neraka bersama penguasa.

Ini zaman paceklik iman,

bahkan paceklik puisi,
Kau tahu itu.

Aku beri tahu satu hal: kau akan dibubarkan!

2017

 

Kelelawar tua

Bedebah,
Aku dah ribuan kali katakan
Aku lebih suka kelelawar tua yang hidupnya
Menggantung di udara
Menyentuh kaki langit
Tak berhasrat kuasa darat

Seumpama manusia,
Menjadi kelalawar tua
Tak perlulah bangun istana
Dengan meghancurkan akal sehatnya

Ohh kelawar tua
Nestapa siang
Kerinduan Purnama
Senyum tawar
Bersatu dalam melodi

Dawai dawai
Kelelawar tua
Menyanyi menghibur Semesta

Tak maukah kau coba sesekali hidup,
Menggantung kakimu diudara
Agar Tak nampak nafsu birahi kuasamu?
cobalah sekali saja.

2017

Dekade Kerakusan

Sarung digelar
Asbak disebar
Semua itu untuk Semesta kekuasaan

Esok dele
Sore Tempe
Mulut mengangga
Tangan menengadah
Itu semua untuk mengeruk kekuasaan

Dari masjid ke masjid
Dari pesantren ke pesentren
Ketuk pintu pintu perkantoran
Segala pintu dan jendela
Dari depan, dari belakang
Itu semua dimaksudkan untuk ngalap kekuasaan

Dekade keserakahan
Orang orang sarungan
Dekade kehancuran moral
Nyata di depan mata

Karena Malu sudah terkubur
Tak pernah lagi ditahlilkan

Sarung sarung keterpurukan
Menambah gelapnya kerakusan

Dekade kerakusan,
Senjakalah revolusi mental

2017

Pagi

Menyergap seperti bandang

Pagi yang tak biasa,
Teror makin menista

Pagi kau rebut paksa
Bahkan sejak di Alam mimpi kau bergelagat setan
Menumbui harapan dengan kebusukan

Satu satu
Dua dua
Musnah,
Lenyap,
Sirnah

Tapi asah pagi,
Akan Bangkit kembali
Seperti dulu itu

Pagi, katulistiwa

2017

Salah seorang pegiat Rumah Baca Komunitas (gerakan literasi). Pegiat Urban Literacy Campaign untuk komunitas. Belum lama ini membuat “huru hara” di Yogja dengan hastag #gerakanmembunuhjogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *