Literasi Kesehatan sebagai Praktik Kepekaan Sosial

Literasi adalah sebuah proses tanpa akhir untuk memahami, memaknai kehidupan lewat membaca dan menulis. Lewat proses Literasi pula akan muncul jiwa kepekaan sosial pada diri seseorang terhadap lingkungan, alam sekitar, pendidika,  kesehatan , teknologi informasi bahkan terhadap aspek yang mengarah terhadap sesama manusia secara lansung.

 

Lewat pendekatan budaya proses literasi dapat lebih bermakna karena jika proses literasi dijadikan sebagai budaya maka akan lahir kebiasan yang mengarah kepada proses yang lebih bermakna serta dapat lebih memahami sebuah fenomena yang terjadi di kehidupan kita.

 

Dari proses perjalanan yang saya alami selama bergelut pada dunia literasi ada sebuah proses yang panjang untuk bagaimana memahami. Literasi yang ssebenarnya karena literasi bersifat Universal dan multi definisi.

 

Pada tahun 2017 dalam proses pendidikan yang saya laksanakan di salah satu desa di Polewali Mandar tepatnya di Desa Bala Kecamatan Balanipa saya bersama teman – teman di salah satu perguruan tinggi di Polewali Mandar melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN).

 

Ternyata Desa Bala merupakan Kampung Yang di tunjuk oleh Kementrian Pendidikan Sebagai Kampung Literasi di Sulawesi Barat, seraya melihat deratan umbul – umbul yang bertuliskan Kampung Literasi berjejer di pingiran jalan desa bala untuk menandakan kampung ini sebagai kampung literasi di Provensi Sulawesi Barat.

 

Selain umbul – umbul yang menghiasi desa Bala terdapat pula beberapa Ronda Baca yang mengisi tiap sudut – sudut yang berjuluk kampung Literasi ini.

 

Dikampung tempat kami melaksanakan KKN ini saya sebagai seorang mahasiswa kesehatan melakukan pendataan tentang kehidupan keseharian dan pola hidup masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan.

 

Selama melakukan penelitian di kampung tersebut kami menemukan beberapa kejanggalan yang perama adanya warga yang mengalamai ganguan jiwa di pasung selama berbulan Рbulan, kedua kurangnya akses air bersih di kampung tersebut, Ketiga terdapat salah satu warga di desa tersebut mengalami  ganguan kesehatan dengan diagnosa Epilepsi, penyandang epilepsi tersebut seorang remaja putri yang harus putus sekolah akibat perlakuan sosial yang kurang menyenagkan dimana orang-orang di sekitarnya menganggap bahwa dia memiliki penyakit yang menular dan harus dijahui sehingga keadaan psikologis dari penyangdang epilepsi terasebut semakin memperkeruh keadaannya.

 

Menurut medis Epilepsi bukanlan sebuah penyakit yang menular namun gangguan sistem saraf otak yang dapat di sembuhkan dengan jangka waktu yang tidak dapat ditentukan. Dan seorang penyandang epilipsi harus di berikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi si penyangdang gengguan tersebut namun rendahnya pendidikan dan pengetahuan tentang kesehatan mebuat masyarakat yang awam lantas mempercayai bahwa epilepsi adalah penyakit yang menular.

 

Sehingga membuat kehidupan gadis belia tersebut semakin memburuk dan mengakibatkannya putus sekolah dan mengurung diri dirumah. Sehingga mebuat kami para mahasiswa yang berKKN di kampung tersebut ingin memulihkan keadaan lingkungan yang terjadi di desa tersebut.

 

Lewat pendekatan holistic kami memberikan pemahaman kepada keluarga dengan lingkungan yang ada di sekitar rumah dari gadis tersebut bahwa epilepsi tidaklah menular dan sebaiknya diberikan suppot dan lingkungan yang tenang agar penyakitnya tidak mudah kambuh.

 

Mendekati akhir penghujung dari KKN Kami sebagai persembahan terakhir sekaligus penutup dari rangkaian kami selama tiga bulan lebih lamanya melakukan KKN dikampung tersebut kami memberikan persembahan kepada masyarakat dengan acara yang bertema Literasi Kesehatan.

 

Literasi Kesehatan ini berupa sebuah proses memahai, memaknai dan membaca lingkungan kita dengan kaca mata kesehatan dimana didalamnya lewat kolaborasi budaya dengan salah satu grub teater mementaskan terater dengan tema besar tentang penyakit literasi dengan cara teater kami mengeedukasi masyarakat tentang penyakit epilepsi yang sebenarnya.

 

Dan lewat literasi kesehatan kami mengedukasi kepada masyarakat tentang berbagai penyakit yang ada disekitar kita agar mendapatkan pemahaman yang sebenarnya dan tidak salah mengartikan tentang penyakit dan merubah mainset masyarakat tentang penyakit epilepsi agar masyarakat di kampung tersebut tidak lagi berfikiran yang sama dengan yang lalu tentang eplepsi yang salah dipahami.

 

Serta membangun kepekaan sosial ke masyarakat agar lebih peduli terhadap sesamanya yang menderita penyakit tersebut, jika kita lebih peka terhadap lingkungan yang ada dan ingin untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dan tidak serta merta mengfonis yang seharusnya tidak perlu dilakukan,maka kesalah pahaman tentang epilepsi ini tidak semakin memperkeruh keadaan serta tidak menambah penderitaan gadis dengan epilepsi tersebut yang kehilangan masa bahagianya diwaktu kecilnya.

 

Akhirnya kami meninggalkan kampung tersebut dengan harapan tidak lagi terjadi kesalah pahaman tentang penyakit yang ada dan perlunya budaya literasi untuk dapat mengetahui dan memaknai tentang keadaan kesehatan dari masyarakat yang ada di sekitar sekitar kita.

Pegiat di Rumah Baca Mentari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *