Kunjungan TPA Baitul Makmur ke Rumah Baca Komunitas

 Kalibedog (9/4/2015). Seperti biasanya Rumahnya Manusia (kami pegiat menyebutnya) memang tidak pernah sepi, ada saja kehidupan yg berlangsung didalamnya, seperti berdiskusi, membaca, bersastra,menulis, mengerjakan tugas, bahkan tempat curhat para generasi yg frustasi akan tugas yg belum terselesaikan.
Pasca azand ashar berkumbang. Tepatnya sore hari, sekitar pukul 16.00. Rumah baca komunitas kedatangan tamu istimewa. Namun bukan berarti yg sudah pernah berkunjung ke rumanhnya manusia tidak istimewa. Kita semua tentunya sepakat, orang orang yg pernah berkunjung ke rumahnya manusia adalah sosok yg istimewa, mungkin dengan begitu adalah cara pegiat mengapresiasi kehadiran manusia lain di rumahnya manusia.
Istimewa dalam konteks ini adalah karena berbeda dari tamu tamu sebelumnya. Seperti biasanya rumah ini selalu kehadiran tamu semua kalangan seperti, dosen, mahasiswa, aktivis, seniman, dll.
Namun hari ini rumahnya manusia kedatangan tamu para santri TPA Masjid Baitul Makmur, sebuah kehormatan yg melangit ketika para calon generasi penerus  estafet perjuangan bangsa ini menginjakkan kaki di rumahnya manusia. Para generasi yg  juga diharapkan semua kalangan sebagai agen of change pembangunan bangsa dan negara.
Setibanya dihalaman rumahnya manusia. Beberapa pegiat langsung menyambut dengan rasa gembira. Seketika itu pula suasana menjadi ramai dengan teriakan teriakan pada santri tadi, silatuhami pun semakin erat terjalin.
Lalu Nanda, seorang pegiat dengan didampingi beberapa pegiat lain membuka percakapan untuk berdiskusi dengan adik adik santri. Para santri juga menyambutnya antusias, terbukti dengan beberapa pertanyaan yg dilontarkan para santri terkait dengan bagaimana dinamika yg terjadi di rumahnya manusia ? Apa saja yg terjadi dalam rumahnya manusia ? Diskusi dengan para santri berjalan dengan kondusif.
Setelah sesi tanya jawab selesai, kegitan kemudian dilanjutkan perkenalan seluruh santri yg hadir, kemudian dilanjutkan dengan game interaktif yang juga melibatkan seluruh adik adik santri. Serunya    Game itu terpancar dari para tawa santri yg mengikutinya. .
Tak lama kemudian azand magrib berkumbang, lirikan mata dari salah satu ustazah mengisyaratkan utk segera menghentikan permain yg sedang berlangsung itu, lalu Nanda seorang pegiat yg menjadi leader dalam permainan tersebut pun langsung menghentikannya.
Meskipun permainan sudah dihentikan, tapi suara suara teriakan dari para adik adik santri belum berhenti, terlihat beberapa dari mereka masih asyik bersenda gurau, bahkan tertawa terbahak bahak.
Gus ind kemudian mengambil alih dengan memberikan pesan pesan motivasi utk kepada adik adik santri utk selalu meningkatkan belajar dan giat dalam membaca.
Kegiatan itu pun di tutup dengan berfoto bersama adik adik TPA masjid Baitul Makmur dan para pegiat literasi rumah baca kamunitas.

Pegiat Literasi di Komunitas Vespa Pustaka di Toboali, Bangka Selatan. Suka menulis puisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *