Kalibedog Kalian Siapa: Sajak Iqra G.N

Kalibedog,

Bantalku malam
Selimutku kegelapan

Kau tahu tak?
Aku bersama sekutu.
Ini malam
Kelabunya, terlalu

2017

 

Di tepian wedi kengser
Berbaris rapi seperti deretan penjarah

Dari halaman depan
Terbujur shoft kecil
Membesar sampai hilang ditelan temaram cahaya

Siang,
Ada nestapa di sebrang kaliprogo

Kalian, aku yang di anakan sungai

Take berhenti merapal teluh: doa kutukan untuk investor tikus tanah

Geram
Muram
Terbakar di atap kabedog

2017

Kau yang Tak berkesudahan
Menari di balik awan
Meninju cakrawala

Kau yang beralaskan permadani
Melarung derita seperti mumukat haraimau
Tak sudah sudahnya
Semua muanya, dihempas

Kau yang tak henti mengirim kabar buruk
Kau yang tak tahu siapa manusia
Kau yang membusur
Merogoh jiwa jiwa, melumatnya

Cahaya berhenti bersinar
Ombak istirahat

Kau tak Juga puas

2017

 

Adakah yang sama Faz?
Ada?
Tidak?
Ada?

Tak tahu
Bukan?
Entahlah

Pemuda? Kaukah?

2017

Si bungsu,
Anak lahir di buritan zaman
Dipenghujung lorong sempit peradaban

Anak yang tak pernah kecewa,
Tak pula punya imajinasi keburukan rupa sejarah
Pahitnya menjalani masih muda di digul atau pulau buru, itu tak pernah dibacainya

Riang suka suka hidupnya. Dunia tak pernah tersesat. Penguasa tak bisa salah atau lupa. Semua baik, semua berjalan saja.

Anak anak milennial
Lahir, hidup, besar, mati di ketiak akhir zaman

Tanpa kesadaran
Tak perlu kewarasan
Tanpa empati
Cerdik
Culas
Pragmatis
Pongah

Panen. Ya, musim panen itu telah tiba.

Selamat atau hancur lebur dibuatnya.

2017

Kalibedog Kalian siapa

Mantra mantra saban hari dibaca

Juga,
Doa doa
Doa doa
Doa doa
Tak pernah seharipun terlupa

Menolak balak
Menolak keji
Menolak pembinatangan

Akal akal akal
Doa doa doa
Akal doa
Doa akal

Tindakan lebih utama
Ya, bertindak saja.

Air di Kalibedog
Air alami lahir dari Yang Maha kasih

Air itu
Nikmat itu
Anugerah itu

Siapa menista ?
Siapa menghinakannya?
Siapa? Kalian?

Kalibedog Kalian Siapa?

2017

Malam yang keji
Malam banjir isak
Malam yang bisu

Esok hari
Lusa nanti
Hidup mesti aku jalani

Dengan damai atau penuh peperangan

2017

untuk #sayabersamapetanikulonprogo

Tuhan,
Tuhan,
Tuhan,

Jangan tinggalkan aku

Selamatkan petani itu
Selamatkan teman petani
Selamatkan pencinta keduanya

Selamatkan Kulonprogo
Selamatkan kalibedog

Tuhan,
Tuhan,
Tuhan,
Tetaplah bersama barisan petani

2017

Doa Mengutuk Tikus Tanah

do’a solidaritas tolak bandara

Kalian hamba pembangunanisme
Kalian yang tak pernah merdeka
Kalian yang diperbudak nafsu serakah

Kalian gerombolan Tikus tanah
Kalian laskar berseragam aliansi setan tanah

Kalian boleh ambil apa saja
Kalian bisa hancurkan segala galanya
Kalian Juga dapat Musnahkan semau maunya

Ambil jiwa raga ini
Hancurleburkan mimpi mimpi ini

Tapi satu hal yang kau perlu tahu,

Kalian tetaplah tikus tanah
Tak lebih
Tak lebih
Tak lebih

Hanyalah tikus tanah

2017

 

Gendon

Saudara tua itu
Diam diam melafadzkan doa untuk kaum muda
: Tuhan izinkanlah aku hidup dan mati dalam semangat muda seperti orang orang ini. Amin

Guru orang biasa
Seperti Aristoteles tak lemah membuat tanya
Seperti tagor dan mahatmagandi yang tahu jurus halus menolak takdir buruk kolonialisme.

Manusia kalibedog itu,
Bekerja dalam sederhana
Membaca dalam sunyi
Merawat ibu bumi
Menggelar apa saja
Membagi yang ada

Belajar tak pernah padam
Seperti kawan tua ini menghidupi kesenian
Menyulam hidup
Mengalirkan harapan

2017

 

Ketua serikat Taman Pustaka, salah seorang pegiat Rumah Baca Komunitas (gerakan literasi). Pegiat Urban Literacy Campaign untuk komunitas. Belum lama ini membuat “huru hara” di Yogja dengan hastag #gerakanmembunuhjogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *