Jogja Dibalik Senja: Puisi-Puisi Wahidun Arif Rijali

Kasih berkasih

Memori kasih berkasih
Kasih tiada berkasih
Kasih suci kasih sejati
Dialah Tuhan yang maha suci

Kasih nya tak terkira
Tiada batasnya
Batas tiada kira
Hanya kasih-Nya sang maha suci

Kasih manusia penuh sandiwara
Hanya manusia kasihnya belaka
Kasih tipu daya
Hanya kasih-Nya Tuhan yang esa
Kasih dan mengasihi.

Jogja, 18 Juli 2017

Jogja Dibalik Senja

Ada cinta ada harta
Ada tawa ada jogja
Ada kaya ada bencana
Ada masalah ada yang salah
Ada sedih ada dewa penyendih
Ada pembangunan dimana-mana
Warga mulai sesak karena didesak

Ada korupsi semakin merajalela
Birokrasi penuh canda tawa
Sementara ada rakyat menikmati hasil ocehannya
Ada pahit manis kehidupan kota jogja dikala senja

Tak ada tangisan tak ada bingkisan
Tak ada senyum tak ada yang tersenyum
Tak ada demokrasi tak ada aksi
Tak ada nasi tak ada eksekusi
Kepala botak kepala tak berotak

Kepala katak kepala pejabat
Jogja kian makin gawat tak ada tempat untuk rakyat
Rumah warga terdesak temboknya makin rusak
Rasa cinta para pejabat terhadap rakyat
Sudah menghilang seperti tai lalat

Jogja, 2 Juli 2017

Bulan Bercincin Madu

Dia mengintip dari atas langit
Melihat sedikit malam-malam kejadian di buumi

Bulan itu bukan bulan bulanan
Namun bulan kemesraan.

Bukan bulan madu
Tapi bulan bercincin madu
Bukan bulan bermadu
Tapi siapa yang rindu

Sungguh merona bercahaya
keindahan nya
Yang dikelilingi oleh lingkaran cahayanya diatas cahaya.
Dan cahaya itu hanyalah Dia pemiliknya, Tuhan seru sekalian alam.

Mataku terbelalak menatap keatas langit
Tak bosannya aku Melihatnya
Tiada hentinya aku meliriknya

Keindahannya tiada berbanding
Kekuatannya yang abadi.

jogja, 6 Juli 2017

 

Pancaran sinar telanjang

Kulihat matamu tajam
Sihir lah jiwaku yang dahaga
Sungguh aku mencintaimu
Tiada batasan waktu
Tiada tempat mu tertentu

Di gunung dan di lembah
Hati serasa tiada enggan
Hatiku bagai telaga
Tak dapat diukur kedalamannya

Cintaku laksana air yang mengalir
Suara derik aliran darahku masih segar
Jantungku berdentang keras
Laksana ombak dikesunyian malam
Langkah kakiku semakin berani
Meski aku dalam kegelapan
Engkau adalah pancaran sinar

Jogja, Juli 2017

HATI YANG RUNDUNG

 

Dari kamar ku
Yang sempit
Sempat,
kucoba melirik di balik pintu depan rumah

Aku duduk terdiam,
dalam keheningan malam
Angin mulai menyapa tubuhku
Menyusup di sela-sela aliran darahku.
Lalu
menghempaskan setiap helai rambutku
Menerbangkan dedaunan yang mulai layu
Langit mula mendung nan gelap Tak berbintang
Aku
seakan ikut merasakan kegelisahan hari ini
Serasa rundung jiwaku
Kini aku sendiri
Menepis bayang sepi

 

Jogja, Juli 2017

Muhammadiyah

 

Sudah seabad lamanya
Engkau tetap bersinar
Bagai pelita
Cahaya diatas cahaya
Kokoh perjuanganmu
Laksana batu karang di lautan
Tetap tenang tatkala badai menerjang
Tetap kokoh tatkala ombak berlarian melambaikan tangan

Sudah seabad lamanya
Mencerdaskan anak bangsa
Meneruskan cita-cita
Mencetuskan cendekiawan muda
Menjaga toleransi umat manusia

Sudah seabad lamanya
Pelindung
Penolong
Lalu melayani ummat

Sudah seabad lamanya
Engkau yang dulu
Dan yang sekarang
Tegas, mencerahkan

Sudah seabad lamanya
Meski dihantam kerasnya hiruk-pikuk persoalan-persoalan
Engkau tetap berjalan
Di jalan kebajikan

Sudah seabad lamanya
Engkau yang dulu
Dan yang sekarang
Tegar, menggembirakan

Jogja, Juli 2017

Wahidun Arif Rijali lahir di Palembang 11 Juli 1990, dia asli keturunan Madura dari bapaknya. Dan saat ini tinggal di Jember Jawa timur.

Panggilan nya Arif. Pernah sekolah di SMA Muhammadiyah Lumajang Jawa timur, dan melanjutkan kuliahnya di UMY fakultas Vokasi jurusan teknik elektromedis. Saat Ni dia juga aktif di pegiat SASTRA UMY. Dan aktif di IMM sebagai sekretaris SBO ( seni budaya dan olahraga,) DPD IMM DIY, periode 2017-2019. Arif juga aktif di LSBO PDM kota Jogja bagian divisi sastra. Dan juga aktif di OKP( organisasi kepemudaan) kota Jogja sejak tahun 2015 sampai sekarang. Saat ini sudah lama tinggal di Jogja.

Tulisan tulisan Puisi sudah ada beberapa yang diterbitkan yaitu di antologi puisi yang berjudul LINTINGAN BETON. Kemudian saat ini Arif sedang proses membuat novel non fiksi.
Email: wahidunarifrijali@gmail.com.
WA: 089687212466

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *