Gerakan literasi ala komunitas di Mandar

 

Komunitas literasi di sulawesi barat kian hari kian bertambah dan menunjukan ke esistensinya untuk menemukan jati dirinya sebagai komunitas literasi yang dapat dibanggakan serta di perhitungkan.

data yang ada di PT.Pos Indonesia pada bulan Januari 2018 sudah ada sekitar 40 komunitas literasi dari Sulawesi Barat dan data ini kemungkinan besar akan bertambah setiap bulannya., karena memang masih banyak komunitas yang belum mendaftarkan diri ke PT Pos Indonesia sebagai donatur buku free cargo yang di buka pada tahun 2017 lalu tersebut.

Dari data tersebut menunjukan bahwa perkembang gerakan literasi di Sulbar cukup membahagiakan serta masyarakat di Sulbar sudah mulai memikirkan mulai orang lain lewat gerakan literasi ini dan memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan akses bacaan yang mudah di jangkau.

Komunitas literasi di Sulawesi Barat khususya di Polman tidak hanya memikirkan bagaimana komunitasnya bisa terus berjalan namun bagaimana komunitas literasi lainnya bisa ikut berkembang dan berjalan. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mendorong gerakan literasi di Mandar agar semakin giat dan berkembang.

Beberapa Komunitas literasi di mandar seperti,  RUMPITA dan Rumah Baca Mentari (RBM) tidak lagi memikirkan bagaimana komunitasnya bisa memiliki banyak koleksi buku-buku namun juga terlibat untuk membantu komunitas lainnya untuk berkembang dengan cara mendonasikan beberapa buku kekomunitas literasi di sulbar untuk menjadi modal memulai gerakan literasi tersebut.

berbagi buku yang dilakukan beberapa komuitas literasi untuk komunitas literasi lainnya dilakukan sebagi pertanggung jawaban untuk membagun budaya literasi di sulbar serta saling memberikan dukungan sesama komunitas. Selain berdonasi buku ke komunitas – komunitas.

Komunitas literasi di mandar tersebar diberbagai wilayah yang ada di Sulawesi Barat untuk mendorong gerakan literasi di Sulbar sebagian besar komunitas berkolaborasi dalam melakukan kegiatan baik itu diskusi,dialog dan juga seminar sudah sering dilakukan diberbagai tempat.

Namun kolaborasi antar komunitas juga terbagun dengan cara turun bersama sama mengadakan perpustakaan jalanan di beberapa tempat. Beberapa komunitas di Majene dan Polman ada beberapa lokasi yang telah dijadwalkan untuk mengadakan perpustakaan jalana secara bersama -sama, pertama komunitas yang ada di polman setiap hari sabtu mengadakan perpustakaan jalan di Alun-alun Wonomulyo yang di ikuti beberapa komunitas seperti Rumpita , t’baja,Agen of sharing dan juga Rumah Baca Komunitas sebagai penanggung jawab kegiatan ,

kedua setiap minggu komunitas yang ada di polman dan di Majene menadakan lapak baca di depan stadion mandar majene yang diikuti sejumlah komunitas literasi dan menciptakan tempat wisata literasi di mandar, dan ketiaga setiap tanggal 5 dan 25 disetiap bulannya para komunitas literasi di Polman berkumpul di Area Sport Center Polewali untuk mengadakan lapak baca.

Berkumpul, berbagi dan bergerak bersama telah menjadi tradisi literasi yang ada di sulbar untuk mendorong gerakan literasi ini tetap terjaga kelestarian komunitas literasi di Sulbar agar cita –  cita yang di impikan dapat terwujudkan dengan bersama-sama.

Pegiat di Rumah Baca Mentari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *