Fahd Pahdepie, Penerima UMY Award 2018, Ucapkan Terima Kasih Pada Guru Literasi

Dibalik sosok hebat pasti ada guru yang inspiratif. Fahd Pahdepie penerima Alumni Achievement Award UMY tahun 2018 memberikan kesaksian akan peran orang orang hebat yang berperan dalam mewarnai karir dan peran aktualnya. Silakan disimak penggalan ungkapan apresiasi Fahd Pahdepie kepada keluarga besar UMY dan juga guru literasinya, Husni Amriyanto yang banyak membentuk jati dirinya sebagai penulis kreatif yang punya jutaan pembaca (Pengantar redaksi).

 

TERIMA KASIH UMY

Sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri untuk saya bisa menerima penghargaan yang tak diduga-duga ini. Saya tak pernah tahu apa dan bagaimana proses maupun tahapan seleksi Alumni Award 2018 ini dijalankan… Tiba-tiba saja, beberapa hari lalu saya ditelepon panitia penghargaan untuk terbang ke Jogja dan menghadiri ‘awarding night’-nya.

Tentu saja, selama ini saya berkarya dan bekerja melakukan yang terbaik di bidang yang saya tekuni semata untuk menjadikan diri saya bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang—bukan untuk mendapatkan penghargaan-penghargaan maupun tepuk tangan.

Namun, bila atas kerja-kerja kreatif saya itu ada pihak-pihak yang memberikan pengakuan dan penghargaan, termasuk almamater saya ini, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, tak ada cara lain yang bisa saya lakukan untuk bersyukur sekaligus berintrospeksi diri: Semoga saya benar-benar layak dan di kemudia hari saya bisa terus mewakafkan diri saya untuk menjadi sebab kebaikan bagi sebanyak mungkin orang—lewat karya-karya saya, berbagai usaha yang saya jalankan, project-project sosial maupun kreatif, dan lainnya.

Semalam, ketika menerima penghargaan ini, saya menyebutkan satu nama spesial yang layak saya berikan apresiasi dan ucapkan rasa terima kasih: Pak Husni Amriyanto. Saat saya menjadi mahasiswa, tak terhitung jasa beliau untuk membentuk saya menjadi seorang penulis sekaligus ‘intelektual kampus’. Bahkan, setelah lulus, saya sempat menjadi asisten beliau dan mengajar beberapa kelas di jurusan HI UMY.

Saat masih jadi mahasiswa yang sedang belajar menulis serta berusaha ‘tampil ke luar kampus’, saya banyak ditolong oleh program literasi kampus yang digulirkan Pak Husni. Waktu itu beliau menjabat Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan.

Saat itu, semua mahasiswa yang aktif menulis, baik di media massa lokal maupun nasional, menerbitkan buku, atau mengikuti berbagai kegiatan yang berhubungan dengan literasi, berhak mendapatkan insentif tambahan dari kampus. Jumlahnya juga lumayan, lebih dari cukup untuk membangkitkan motivasi mahasiswa—agar para mahasiswa yang menulis bisa hidup di atas ‘garis kemiskinan’, juga punya uang yang cukup buat beli buku. 😁

Ketika mahasiswa, saya banyak mendapatkan bantuan dari program itu. Minat saya menulis terus tumbuh dan terjaga. Tulisan-tulisan saya tersebar di berbagai media masa lokal maupun nasional, buku-buku saya terbit tak terbendung. Maka, hari ini, jika kemudian saya tumbuh menjadi penulis yang produktif dan konsisten, saya banyak berhutang pada program tersebut yang telah membentuk daya tahan dan frekuensi imajinasi saya.

Husni Amriyanto, Guru Literasi yang banyak menghasilkan sosok penulis dan orang hebat. Tabik

Terima kasih UMY, terima kasih Pak Husni Amriyanto, Pak Rektor Gunawan Budiyanto, WR 4 Kang Hilman Latief, Ibu Dekan FISIP, panitia Alumni Award 2018 Mas Sobar M Johari, Ketua KAUMY Yogie Maharesi dan seluruh civitas akademika UMY.

Selamat juga untuk para penerina AAA yang lain. Juga Pak Nasrullah Larada yang menerima Outstanding Alumni Award 2018. Mari terus berkarya, memberikan yang terbaik untuk masyarakat!

RBK adalah komunitas literasi yang sedang belajar mengamalkan praktik-praktik berkomunitas, menciptakan rumah untuk semua manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *