Bung Kiri: Puisi

Tapi dari sepi itu mewujud kebangkitan pelahan

Semburat cahaya
Gesekan pepohonan
Robohnya pelepa
Dan menangisnya bocah bocah

Sepi yang rontok

Begitu juga asa, menyembul dari kuncup sunyi
Merakit harapan , mendongak ke atap zaman

Walau dibunuh sepi
Nyatanya aku tak mati-mati.

Dengan buku, aku ingin hidup 1000 tahun lagi. Di dalam sepi, perang, atau damai.

Begitu juga, Kau?

2017

 

Hiduplah pada zaman
Yang sepenuhnya penuhnya milikmu

Berjuanglah tanpa keluh kesah
pada waktu yang selalu menerormu,
Kau bisa berguru pada gugusan bintang-bintang

Jadilah supernova
Memberi cahaya benderang

-Pada jiwanya
-pada jasadnya
-pada aromanya, dan
-pada petilasannya

Kecil bergerak, besar menafsir kata ombak, air, dan getar tanah

Dan kau menangkan zaman
Menjadi nakhoda atas takdir takdir Semesta tanpa membalik isyarat alamnya.

2017

 

Bung Kiri

Bung, Kiri Bung
Apa?
Kiri!
Sudah!

Kita rebut kembali

2017

Salah seorang pegiat Rumah Baca Komunitas (gerakan literasi). Pegiat Urban Literacy Campaign untuk komunitas. Belum lama ini membuat “huru hara” di Yogja dengan hastag #gerakanmembunuhjogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *