Langsung ke konten utama

Rumahbacakomunitas.org (2012-2018)



Rumahbacakomunitas.org (2012-2018)

Kira-kira dua tahun lalu, saat kami bertemu Mas Panji, pengelola Warung Kopi DST yang juga bergerak di bidang bisnis kriya. Pada waktu itu Mas Panji menawarkan kolaborasi. Dia bermaksud mendandani tampilan website RBK. Kami di komunitas sepakat. Ini kesempatan yang luar biasa. Alhasil tidak berapa lama, website yang dirancang sudah jadi. Mas Zi, salah seorang programer yang bekerja dengan Mas Panji sudah menyelesaikan desain. "Website sudah bisa diakses mas, monggo diberi masukan" WA Mas Zi. Kami senang akhirnya punya website yang keren.  Sebabnya sederhana. Ketika saya bergabung dengan LaPSI dan waktu itu muncul gerakan hibah komunitas, kami butuh website khusus rumah baca. Saya mengerjakan seadanya dengan kemampuan yang minim. Ya, saya mahasiswa jurusan Konseling yang belajar mandiri untuk urusan komputer dan teknologi informasi, apalagi kajian antropologi dan politik.

Pada bulan Agustus tahun 2018. Website RBK sudah tidak dapat diselamatkan. Kami lupa mengecek tenggat perpanjangan website. Semua reportase dan tulisan yang pernah dimuat juga tampaknya butuh tenaga untuk mendapatkannya lagi. Website yang dirintis sejak tahun 2012 harus diikhlaskan. Kami harus membuat yang baru.

Website seperti perpustakaan karena menjadi tempat yang praktis untuk menyimpan karya tulis pegiat kami. Beberapa di antaranya ialah dokumentasi arsip tulisan beragam orang yang kami unggah.

Website juga berperan sebagai rumah digital kami. Orang-orang tertentu menemukan kami melalui website. Kenalan-kenalan baru juga mempelajari gerakan literasi melalui website kami. Website telah menjadi pegiat digital kami. Dia berfungsi sebagai agen "pemasaran" yang bekerja 24 jam, berjumpa dengan berbagai jenis orang dalam waktu bersamaan, meyakinkan pembaca bahwa literasi dapat dilakukan sesegera mungkin. Dia adalah pegiat yang berarti bagi kami, karena kami tumbuh juga bersamaan dengan website itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perpustakaan Jalanan Rumah Baca Komunitas

Belajar Bahasa tidak harus berbiaya Uang, Belajar IELTS disini membayar dengan Obrolan

Tindakan Literasi sebagai Tindakan Benar

Perjuangan literasi, di Yogyakarta nampaknya sudah dimulai oleh komunitas-komununitas baca. Salah satunya adalah Rumah Baca Komunitas (RBK).  Komunitas RBK ini menyediakan berbagai jenis bahan bacaane-book yang merupakan koleksi komunitas dan anggota yang dishare secara saka rela. Menariknya kekuatan komunitas ini adalah pada nilai voluntarisme. Jenis buku-buku yang tersedia meliputi buku bacaan umum seperti buku psikologi, social, ekonomi, motivasi, seri remaja, anak-anak, life skill, dan sebagainya. baik buku, majalah,
Setidaknya ada dua kelebihan dari rumah baca komunitas ini. Pertama, buku-buku selain di kumpulkan dari gerakan hibah. Dimana semua orang dapat menitipkan buku/bacaan tanpa mengubah status kepemilikan. Kedua rumah baca ini sebagai tempat belajar alternatif 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Lebih dari seribu judul buku telah tersedia di rumah baca ini. Selain menyediakan buku-buku, RBK juga mengadakan diskusi mingguna setiap jumat sore, disingkat dengan DeJure. Juga …