Langsung ke konten utama

Obrolan Komunitas


Selamat Sore,

mohon maaf sebelumnya, dapat email dari website http://www.rumahbacakomunitas.org. dengan segala kerendahan hati izinkan saya sampaikan maksud dan tujuan.

saya berencana ingin membuat Rumah Baca di Kampungku, dan minta masukan nya, bagaimana tahap ataupun langkah dalam membangunnya.

sekali mohon maaf.

terima kasih banyak..
sukses dan sehat selalu. aamiin

salam hormat
Pajar



RBK Kalibedog rumahbacakomunitas@gmail.com

Jum, 14 Sep 08.14
ke Pajar
Sangat senang kami membaca email dari Mas Pajar. Tips mendirikan Rumah Baca:

1. Kelola sumber daya yang dimiliki secara pribadi. Misalnya waktu, Buku, media sosial, dan jeringan (pertemanan).
2. Jika bunya Buku koleksi pribadi, kelola-lah itu menjadi lapak baca. 
3. Buat kegiatan rutin yang melibatkan warga sekitar rumah. Misalnya buat kegiatan rutin dengan anak-anak atau rekan sebaya
4. Jangan lupa kelola media sosial pribadi sebagai sarana untuk berjejaring dengan dunia luas. 
5. Ada banyak lembaga dan individu yang menyediakan Hibah Buku. Kontak toko Buku, penerbit, atau individu tertentu untuk mendapatkan tambahan buku. 
6. Buat profil sederhana supaya bisa menjadi sarana informasi bagi yang tertarik untuk berpartisipasi.
7. Daftarkan komunitas ke program Free Cargo Literacy PT. POS sehingga memungkinkan menerima kiriman buku setiap tanggal 17. 
8. Daftarkan ke link berikut https://goo.gl/forms/Y2fVALRLTSvdA5Ox2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan kesekian ratus dari Perpustakaan Jalanan RBK

Oleh: Lukman, Pegiat RBK

Hari ini aku bertemu dengan seorang bapak yang sempat mampir ke ROTS untuk mencari buku panduan sholat bahasa jawa. bapak ini menghisap sebatang rokok sambil bercerita tentang sedikit musibahnya dan ternyata ada hal yang cukup mengejutkanku, ternyata ia mengamalkan ilmu ekologis, dari jogja ke jakarta, madiun dan daerah-daerah lainya selalu berjalan kaki, setelah aku bertanya apa motivasinya berjalan kaki sejauh itu bapak ini menjawab "Dunia ini sudah semakin gila dan rusak" entah apa latar belakang ia mengatakan seperti itu tapi kemudian aku terpikirkan bahwa: memangnya kehidupan yang lebih baik itu memang sungguh-sungguh ada?

Keyakinanku tentang “dunia yang semakin membaik” nyaris sirna. Kemudian yang terpikirkan adalah kehidupan setelah mati nanti. Tapi, bukanlah setelah mati nanti, setelah usia kita usai, yang diminta oleh Tuhan adalah laku kita di dunia. Apa yang ditagih nantinya, bisa jadi bukan persoalan ritual peribadatan saja – bukan sekada…

Perpustakaan Jalanan Rumah Baca Komunitas

Belajar Bahasa tidak harus berbiaya Uang, Belajar IELTS disini membayar dengan Obrolan